Blog ini dibuat untuk mendeskripsikan berbagai potensi yang ada di bumi ini. mulai dari panorama, seni budayanya, makanan khas, hingga adat istiadatnya.

Tujuan saya menulis blog ini, tak lain untuk membiasakan diri untuk sering menulis dan semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi pembaca dan saya sendiri. Maka dari itu, saya berusaha merangkum kondisi tempat yang bagi saya menarik serta pengalaman saya mengunjungi suatu tempat.

Semoga berguna bagi kita semua. :)

Jumat, 31 Mei 2013

Baturaja, OKU

Baturaja, Bagi sebagian orang, nama kota ini masih tampak asing. Kota ini merupakan ibukota dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Provinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya, saya sudah pernah sedikit mereview tentang wisata di OKU, walaupun kali ini tak mengunjungi banyak tempat karena waktu liburan yang singkat, tapi cukup menorehkan pengalaman. Kali ini, saya berangkat bersama seorang teman dan akan menceritakan sedikit perjalanan selama di Baturaja.



Hari 1 (23 Mei 2013)
Pagi sekitar pukul 7 kami berangkat menuju stasiun kertapati, Palembang karena perjalanan kali ini kami menggunakkan kereta ekonomi Rajabasa I dengan tujuan Stasiun Baturaja dan berangkat pukul 08.30.
Tiba di stasiun, langsung menukari tiket yang sudah di booking di alfamart kemarin.

Saya (kanan) dan Teman (kiri)

Tiket

Pukul 08:39, kereta bergerak menuju stasiun demi stasiun. Banyak cerita, banyak obrolan dengan penumpang lain di kereta dan sesekali melepas lelah dengan berjalan-jalan dan duduk di pinggir pintu kereta menikmati terpaan angin. Cukup sering kereta berhenti karena menunggu sang babaranjang lewat, sehingga dari jadwal tiket yang tertulis tiba pukul 11:51 ternyata tiba pukul setengah 2. Hampir telat satu jam dan tiba di stasiun kereta pukul setengah 2 (hampir mirip dengan lagu kereta tiba pukul berapa) hahaha

Rencana tak ingin di jemput, biar bisa ngider” di sekitar stasiun pas nyampe. Ternyata ibu sudah nelpon tante untuk menjemput dan mereka tiba lebih dulu di stasiun daripada kami. Yasudahlah, langsung diantar ke rumah tante dan untuk makan, mandi serta istirahat sebentar.

Sore hari, langsung lanjut jalan-jalan ke taman kota. Sekedar menikmati suasana dan berjalan ke jembatan ogan di dekat taman kota. Berhubung rumah tante yang dekat ke berbagai akses, kebanyakkan perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki hari ini. 
Taman Kota Baturaja

Jembatan Ogan

Menjelang senja, kami berdiri di jembatan ogan 3 untuk take beberapa momen sunset sebelum pulang ke rumah untuk beristirahat dan melihat aksi bocah" yang mandi di sungai sambil lompat dari jembatan tempat kami berdiri. wow
Suasana Senja dari Jembatan Ogan

Malam harinya, hanya diisi dengan bersantai di rooftop menikmati starry night dan bulan purnama, diselingi dengan berbagai obrolan sebelum menuju lelap.

Hari 2 (24 Mei 2013)
Pagi hari, kami bangun subuh dengan rencana jogging sambil naik ke bukit belakang rumah sambil melihat lampu-lampu kota yang masih nyala. sayangnya, kami malah diajak mencari sarapan. hahaha
rencanapun gagal, dan untungnya bisa menikmati momen sunrise dari atas jembatan ogan 3.
Sunrise dari Jembatan Ogan 3

Sekitar pukul 9 kami berjalan-jalan cari makanan dan nekat nyari tukang bentor (Becak Motor) untuk membawa kami ke Bukit Kapur (pernah di review di post “Ogan Komering Ulu”) untunglah kami dapat abang bentor yang baik hati dan bersedia untuk menunggu kami sembari foto”. Bahkan, beliau menawarkan diri untuk menjadi fotografer kami karena ternyata beliau dulunya juru foto sekitar tahun 80an.
Di depan danau yg sedang keruh

Bukit Kapur

Cekungan Bukit Kapur

Puas berfoto dan naik ke atas puncak (sayangnya air danau di bukit ini sedang keruh), kami pulang untuk makan siang dengan diantar abang bentor pujaan (hahay) yang sudah menunggu kami di bawah bukit karena si abang ga sanggup jalan nanjak.
Abang Bentor
Selesai makan dan istirahat, kami pun beranjak ke Unbara namun berjalan dulu ke perempatan jembatan ogan 4 biar hemat ongkos. Dari simpang jembatan ogan 4, kami naik ojek Rp. 3000 menuju unbara dan bertandang ke sekret Gapura. Awalnya ini hanya rencana iseng, tp teman saya benar-benar niat dan akhirnya terjadi. Hahaha

Setelah ngobrol-ngobrol dikit dan bertanya seputar lokasi-lokasi menarik, dapatlah rencana untuk ke Air Terjun Pahatan di Bukit Pelawi yang pernah menjadi salah satu lokasi diksar mereka, berangkat esok hari bersama beberapa teman dari Gapura. Sorenya kami pamit pulang, namun mampir sejenak ke Stasiun untuk sekedar menikmati senja dan sedikit take foto. Disini pula kami bertemu bocah-bocah stasiun yang asik diajak ngobrol. Salah satunya memperkenalkan namanya yakni “Adi yang Ganteng Banget”, bocah narsis hahaha.
Adi yang ganteng banget -_- (tengah)

Bocah-bocah (kita juga masih unyu kek bocah :p)
Hari sudah hampir gelap dan di perjalanan menuju rumah sms dari tante pun menyuruh pulang karena sudah sore. Akhirnya kami buru-buru dan batal menuju rumah dengan jalan kaki dan langsung naik bentor agar cepat sampai.

Malam harinya, kami diajak menikmati suasana malam di taman kota bersama tante. Iseng nyewa ATV buat satu putaran. Waktu mengajari teman cara mengemudi ATV, kaki saya terlindas ban karena si teman hampir menabrak orang dan dia grogi ga bisa ngerem. Alhasil kaki saya refleks turun dan terlindas. Lumayan sakit sih, dan untungnya ga ngaruh di perjalanan kami esok hari. Hari pun mulai rintik, dan kami segera pulang karena takut kehujanan.

Hari 3 (25 Mei 2013)
Bangun pagi, setelah bersiap sekitar pukul 7 kami menuju Unbara lagi untuk memulai perjalanan menuju Air Terjun Pahatan. Namun, ngaretnya tetap ada :)) apalagi banyak yang masih begadang semalam. Seusai ngobrol-ngobrol dengan seorang rekan dari Gapura (bang bakas) dan terlalu lama menunggu, akhirnya ia langsung mengajak bergerak dan yang lain menyusul.

Dengan satu motor (bonceng tiga) kami menuju bukit pelawi dengan tujuan pertama kantor tower TVRI untuk menitipkan motor. Saya kira, tower tvri ini di pinggir jalan raya, ternyata melewati jalan aspal kecil namun nanjaknya curam. Kemiringan sekitar 45 hingga 60 derajat kami temui di jalanan ini, dan motor tidak mampu membawa 2 penumpang. Awalnya, saya disuruh bawa motor sambil membonceng teman, namun karena merasa khawatir tergelincir, saya dan teman memilih berjalan kaki saja. Saya kira, tanjakkannya hanya sedikit, karena tak jauh saya dengar mesin motor mati. Saya pun berlari agar bang bakas tidak terlalu lama menunggu, namun setelah melewati tikungan saya terkejut karena tanjakkan masih jauh dan makin terjal. Energi sudah terkuras dan disini saya belajar, “ekspektasi awal dapat membunuh”. Setelah istirahat sejenak, saya pun berjalan bukan berlari. Hahaha. Pemandangan dari ketinggian sesekali muncul dan terasa memberikan energi untuk tiba di air terjun perdana yang akan saya kunjungi. Setelah meniti jalan dan sesekali di bonceng dengan motor, akhirnya kami tiba di tower TVRI dan istirahat sebentar sebelum lanjut masuk hutan menuju air terjun. 
Kantor Tower TVRI

Start memasuki hutan

Usai istirahat sebentar, kami lanjut masuk hutan dan sesekali menghapal jalur yang sesungguhnya saya ga berhasil menghapal. Jalan menuju air terjun merupakan turunan, dan jika masih pagi atau sehabis hujan, biasanya banyak pacet. Untungnya semalam tak hujan. Dalam perjalanan jg sempat bertemu babi hutan.

Sekitar setengah jam berjalan turun, akhirnya kami mendengar suara air dan tibalah kami di Air Terjun Pahatan dengan tinggi hanya sekitar 10 meter, namun memiliki air yang sejuk dan yang terpenting, ini air terjun pertama yang saya kunjungi hahaha.
Manjat Air Terjun

Pelangi di Air Terjun

Air Terjun Pahatan

Setelah puas bermain air dan berenang di kolamnya, kami kembali karena teman yang lain tak kunjung datang atau mungkin juga mereka batal nyusul hahaha.

Pulangnya, jalanan cukup menanjak tapi tidak begitu terjal. Saya disuruh berjalan paling depan, yang saya takutkan jika bertemu babi hutan lagi, untungnya hal tersebut tak terjadi. Setelah mengambil motor, kami lewat jalur lain untuk melewati jembatan gantung dan jembatan ogan untuk berfoto-foto. Dilanjutkan dengan mengunjungi bukit kapur lagi karena searah dengan perjalanan menuju Unbara.
View dari ketinggian (sungai dan kota)
Jembatan Gantung
Jembatan Ogan 4

Di Atas Bukit Kapur
Tiba di sekret, langsung makan siang dan istirahat melepas lelah. Sorenya, berencana untuk manjat wall, namun, kami pulang sebentar untuk meminta izin pulang terlambat dengan tante. Setelah dipinjami motor, kami pulang dan mandi serta minta izin. Barulah kami berangkat lagi ke Unbara. Sayangnya, diperjalanan kami kehujanan dan tampak awet jika ditunggu. Akhirnya kami menembus hujan dan rencana manjat pun batal. Hanya duduk-duduk, ngobrol, membuat rencana perjalanan selanjutnya serta mendengar alunan gitar.

Sudah malam, hujan pun belum berhenti. Hari ini orang tua kebetulan mudik ke Baturaja sehingga besok kami pulang bersama mereka. Usai magrib, mereka tiba di Baturaja dan menelpon. Akhirnya, mau tak mau kami dijemput. Setelah pamit pulang, kami langsung diantar ke gerbang Unbara dan pulang ke rumah tante.

Hari 4 (26 Mei 2013)
Cukup malas untuk bangun pagi, bahkan subuh pun terlewat. Siang ini kami akan pulang ke Palembang. Pagi hari setelah mandi dan sarapan, kami diajak ziarah ke makam kakek. Pulangnya, ibu dan sepupu belanja ke pasar, sedangkan saya yang malas belanja, langsung ke Unbara karena tak begitu jauh. Sekedar nyantai di pinggir kolam, sayangnya sekret sedang sepi dan hanya da satu orang yang sedang tidur.
Sekitar 1 jam, kami pulang ke rumah tante dan ternyata orang tua dan sepupu masih belum kelar belanja. Setelah istirahat, sekitar pukul setengah 2 kami berangkat menuju Palembang dan tiba di Palembang sekitar pukul setengah 7 malam.



Next time, sudah berencana untuk mengunjungi goa harimau, goa silabe, sumber air panas gemuhak serta air terjun kambas kalo ga salah. Semoga terlaksana dan bisa kembali dituliskan pengalaman ke lokasi" tersebut J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar